Pengertian Videografi
Pengertian Videografi
Salah satunya videografi mengenai pemasaran, promosi, tutorial, travelling, dan masih banyak lagi.
Tujuan videografi adalah untuk membuat video yang menarik. Semua orang dapat membuat videografi sesuai kebutuhan masing-masing.
Videografi dapat digunakan untuk instansi, perusahaan, organisasi, maupun individu.
Teknik dalam Videografi
Pengambilan video dalam videografi harus memerhatikan teknik videografi yang benar. Adanya teknik tersebut, video yang dihasilkan akan lebih berkualitas dan dapat dinikmati oleh semua orang.
Dalam videografi pengetahuan akan jenis kamera, jenis lensa, dan cara kerjanya menjadi hal penting yang harus dipelajari pula.
1. Teknik pengambilan adegan
Untuk menghasilkan video yang baik, adegan diambil secara konsisten dan beratur. Saat proses pembuatan video lebih baik menggunakan kamera lebih dari satu.
Saat pengambilan gambar per subjek, pastikan posisi gambar dengan baik. Khususnya saat penyampaian pesan kepada orang lain, posisi kamera harus tepat dan sudut fokus dbuat dengan menarik, agar penonton dapat menikmati latar dalam video tersebut.
2. Teknik zoom atau perbesar gambar
Menggunakan teknik zoom harus diperhatikan dengan baik. Terlalu banyak zoom dapat membuat video kurang bagus.
Karena video terlihat amatir bahkan dapat membuat orang yang menontonya menjadi pusing dan tidak paham. Saat ingin mengambil gambar zoom, harus dilakukan secara perlahan dan harus tetap stabil.
Teknik zoom ini dapat merusak kualitas videografi jika tidak dilakukan dengan baik. Sehingga zoom tidak disarankan secara berlebihan, baik untuk optical zoom.
Jika ingin menggunakanya, harus dilakukan oleh orang yang sudah profesional di dunia videografi.
3. Teknik frame dan subjek gambar
Sebagian orang khawatir jika penempatan subjek tidak berada di tengah. Padahal hal tersebut tidak memengaruhi kualitas gambar jika dilakukan dengan baik.
Pengambilan subjek gambar harus disesuaikan dengan frame yang ada. Frame akan memberikan kesan menarik dan menyatu dengan sempurna.
Sebagai contoh jika subjek berada di ruang terbuka seperti taman, pengambilan gambar harus mencakup taman tersebut karena taman merupakan frame dari subjek.
Jika video hanya fokus pada subjek, akan terkesan membosankan dan penonton tidak dapat menikmati keindahan di sekitar lokasi. Frame juga dapat memberikan nilai plus pada videografi.
4. Teknik pengambilan detail
Dalam videografi teknik pengambilan latar belakang dengan wide shot harus diperhatikan. Hal tersebut karena wide shot dapat digunakan untuk memberikan petunjuk akan lokasi dan tempat yang lebih spesifik.
Untuk mendapatkan wide shot yang bagus, harus fokus pada hal detail seperti lampu, lentera, perahu, dan sebagainya.
Melalui hal yang mendetail tersebut, videografi dapat menyampaikan pesan khusus kepada penonton. Serta memberikan penekanan kepada subjek tertentu. Namun, pastikan subjek tersebut sesuai dengan konsep dari video yang dibuat.
5. Teknik pengambilan angle
Untuk mengambil gambar dengan angle yang berbeda dapat menggunakan footage. Teknik ini dapat dilakukan jika gambar tidak bisa dimasukan saat editing.
Agar mendapatkan hasil yang maksimal, pengambilan video harus memperhatikan jarak pandang ke atas dan ke bawah.
Dengan angle yang berbeda, hasil video yang dibuat lebih menarik. Angle juga dapat memberikan detail terhadap subjek tertentu. Serta dapat menyampaikan informasi kepada penonton.
6. Hindari backlight
Backlight merupakan cahaya matahari yang membelakangi subjek. Sehingga pencahayaan menjadi gelap atau kontras. Backlight dapat membuat gambar terlihat tidak jelas.
Sehingga kondisi kamera harus diperhatikan atau dapat memperbaiki situasi di lokasi syuting. Backlight dapat menghasilkan video yang tidak jelas dan tidak bisa fokus pada subjek yang dituju.
Dengan kemajuan teknologi, backlight dapat diatasi dengan menggunakan kamera yang canggih.
Saat ini kamera sudah dilengkapi dengan fitur pengaturan cahaya untuk mengurangi efek backlight saat situasi pengembilan gambar tidak bisa diubah.
7. Tidak menggunakan effects
Kebanyak video menggunakan efek sephia atau effects spesial lainnya, sehingga video tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas video.
Khususnya saat video ingin dizoom atau diperbesar. Pemberian efek biasanya membuat video menjadi pecah atau buram.
Hindari penggunakan efek pada video. Untuk membuat videografi menarik tanpa menggunakan efek, bisa menggunakan software editing yang ringan.
Karena saat ini ada banyak aplikasi edit video tanpa mengurangi kualitas dari video aslinya.
Demi menghasilkan videografi yang sempura dibutuhkan teknik yang tepat dan profesional. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah penerangan. Penerangan yang baik dapat diciptakan secara alami, melalui kamera, ataupun dengan setting lokasi yang sesua
jenis jenis vidiografi
1. Video Komunikasi Visual
Jenis ini mengharuskan video yang dibuat harus mampu menjadikan gambar sebagai perwakilan dalam penyampaian suatu pesan. Dibutuhkan kepekaan saat syuting, teknik pengambilan gambar yang baik, skenario matang, dan penyutradaraan handal agar pesan bisa disampaikan sebagaimana seharusnya.
2. Video Jurnalistik
Jenis berikutnya videografi jurnalistik ini memiliki nilai berita. Terdapat narasumber, pendapat ahli, verifikasi, konfirmasi, dan data yang valid. Video dikemas sedemikian rupa menjadi produk berita yang layak diinformasikan kepada penonton.
3. Video Biografi
Biografi seorang tokoh berpengaruh tidak hanya dapat disajikan dalam bentuk tulisan atau buku. Kini Anda juga bisa mengemas biografi dalam bentuk video yang menarik. Suguhan biografi dalam bentuk video pun dinilai lebih membekas dalam ingatan audience yang menjadi sasarannya.
4. Video Training
Jenis videografi ini biasanya dibutuhkan oleh perusahaan atau organisasi. Pengemasan kegiatan training dalam bentuk video memberi kemudahan tersendiri terutama dalam pemahaman. Pasalnya adanya ilustrasi atau gambar memberi pemahaman yang lebih baik dibanding tulisan.
5. Video Dokumentasi Acara
Dokumentasi menjadi satu hal penting, baik untuk acara personal ataupun perusahaan. Dokumentasi ibarat bukti konkret telah berlangsungnya suatu acara. Untuk dokumentasi personal seperti pernikahan misalnya sekarang ini bisa dikemas lebih menarik dalam bentuk video. Mengabadikan momen sakral yang dibidik dan dirangkai menjadi cerita yang manis untuk dikenang di masa mendatang.
6. Video Dokumenter
Video dokumenter merupakan video yang menyuguhkan dokumentasi. Penggunaan teknik dasar videografi dalam jenis video ini diperlukan agar mendapat sajian yang bagus dan meninggalkan kesan dalam diri penontonnya. Sehingga mereka yang menonton bisa mengetahui fakta-fakta yang memang ingin disampaikan melalui pembuatan video dokumenter tersebut.
7. Video Tutorial
Penggunaan teknologi sekarang terus berkembang dan semakin intens. Banyak orang mulai memanfaatkan teknologi untuk menunjukkan bakat atau hal-hal yang digemari. Bakat tersebut kemudian dikemas dalam bentuk video yang tidak jarang dijadikan tutorial. Seperti tutorial memasak, berdandan, menggunakan hijab, dan lain sebagainya. Produk video tutorial kemudian diunggah ke media sosial dan menghasilkan pundi-pundi dalam jumlah menjanjikan.
8. Video Promosi
Videografi juga bisa ditujukan untuk kegiatan promosi. Di mana adegan gambar diambil mengikuti skenario tertentu dan ditujukan untuk mempromosikan sesuatu. Promosi ini pun begitu luas, bisa untuk produk ataupun jasa. Pengemasan yang baik tentunya akan menghasilkan vidio promosi. menarik yang selalu terlintas diingatkan mereka yang menontonnya.

Komentar
Posting Komentar